Kepasrahan

Selasa, 15 Maret 2022 0 Comments



Seseorang berdoa tanpa arti

Dipandanginya langit seraya parau

Ia berpidato kesusahan hari-harinya

Sebagaimana lupa memasang sabuk

Dan hormat tanpa tindakan

 

Ia menggaruk-garuk kenangan pahitnya

Sembari tergelak penuh kedukaan

Sebab kucingnya pergi lusa

Dan tak ingin kembali bersamanya

 

Setelahnya ia sejenak pasrah

Duduk di depan jendela

Meminum kopi yang belum diseduh

Sambil memejamkan hati

Berharap waktu menghapuskan ingatannya

 

Januari 2022


Jika ada kritik, saran, pertanyaan dapat dikirimkan ke email aldirahman108@gmail.com.

0 Comments:

Posting Komentar

Tolong menggunakan bahasa yang baku dan tanpa singkatan, terima kasih.

 

©Copyright 2011 Suka Narasi | TNB